KH. Hambali Abu Sujak Lasem, Rembang
Kali ini
kami hadirkan sosok Ulama Besar lainnya dari Rembang, tepatnya di
Caruban Lasem, Rembang. Mbah Hambali begitu kami memanggilnya. Beliau
masih keturunan dari Sunan Kalijogo ke-6. Perawakannya tidak tinggi,
kecoklatan, dan berewokan seperti galak tapi lembut hatinya.Bagi yang
ingin sowan ke sana perbanyak sholawat dan Istighfar juga kirim
Al-fatihah buat beliau, karena bila kita sedang ada
masalah/keruwetan/hatinya dipenuhi kedengkian, maka tidak
segan-segan beliau langsung bicara di depan orang banyak dengan maksud
tarbiah menyadarkan. Tamu yang datang menggunakan bis, mobil, sepeda
motor, dan sebagainya. Lokasinya di pinggir pantai yang memiliki sumber
air tawar yang tidak dimiliki tetangga lainnya.
Di sana ada
pondok pesantren yang menampung santri dari mana-mana yang mengalami
stress, frustasi, putus cinta dan sebagainya. Pondoknya beliau beri nama
Pondok Bodo Alfrustasi.Bila ada yang ingin nyantri di sana sama sekali
tidak dipungut bayaran apapun..Berikut penuturannya : ” Maaf di sini
tidak sombong dan tidak sesumbar. Di sini juga bukan pondok pesantren
hanya pondok-pondokan (Ponker). Siap menampung orang yang podo kesasar,
dan podo buyar. Disamping menerima , menampung anak-anak yatim piatu,
juga orang-orang yang kurang mampu, serta orang yang terbeku. Terus
terang di sini tempat tak terhajar dan tak usah membawa bahan bakar .
Asal siap ikhtiar dan Tawakal pada Tuhan Kang Maha Besar.”
Pengajiannya
unik tidak mengaji kitab, tetapi ada yang ditempatkan di tambak garam
miliknya, dapur rumah, sebagai penerima tamu, dan tukang bangunan.
Setiap malam Jum’at diadakan Tahlilan, ngaji Yassin, shalat Taubat, dan
sebagainya.
Ketika Gus
Miek wafat, Kiyai yang berputera banyak ini termasuk yang sangat sedih
juga dekat dengan GusDur ini termasuk Kiyai khowarikul ‘adah bicaranya
tidak pernah secara harfiah/gamblang, namun selalu mengandung kinayah
yang harus diterjemahkan secara bijaksana, dahulu bila mendapat dawuh
kami selalu minta pendapat mbah Wahab Kauman Rembang agar tidak salah
mengerti.
Banyak
cerita unik tentang beliau yang ketika sedang bepergian kehabisan bahan
bakar, maka supirnya diminta berhenti di pinggir laut, seketika beliau
masukkan air laut ke dalam tangki bensinnya, kemudian mobilnya jalan
lagi. Sampai di rumah supirnya bercerita perihal abahnya kepada
anak-anaknya, dan kemudian diikuti, dan apa yang terjadi, mobil bukannya
jalan malahan mogok..
Pondok
bangunan yang didirikan itu berkali-kali mengalami bongkar pasang
diakibatkan masalah-masalah yang katanya ada seseorang yang menyumbang
pondok tapi ga ikhlas, jadi dibongkar kembali.
Ada lagi kisah PSK yang diangkut dan dibawa ke kuburan dan di sana diperlihatkan siksa kubur, kemudian mereka bertobat.
Kiyai yang
gemar memberikan ijasah sholawat dan ziarah poro Wali yang sebelumnya
kami tidak pernah tau, suatu saat mengasingkan diri dan shalat di
pinggir pantai, ternyata yang menjadi makmumnya ikan-ikan di laut, cumi,
udang, dan lain-lain..Subhannallah.
Betapa
mulianya kiprah beliau di sana meminimalisasi kejahatan, pengangguran,
melakukan upaya pemeliharaan anak-anak Yatim menjadi anak yang
sholeh/ah. Semua dikerjakan tanpa bantuan pemerintah, sumber dananya
swadaya melalui usaha tambak ikan dan garam yang banyak menghasilkan
untuk kemaslahatan ummat. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad,
semoga beliau dipanjangkan umurnya dan makin Barokah, aamiin Yaa
Mujibassailiin..
0 komentar:
Posting Komentar